ASKEP RUPTUR TENDON ACHILLES PDF

Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends. Share Embed Donate. Pasukan diterapkan pada tendon mungkin lebih dari 5 kali berat badan Anda.

Author:Shaktirg Zulunris
Country:Cambodia
Language:English (Spanish)
Genre:Science
Published (Last):15 May 2004
Pages:313
PDF File Size:11.3 Mb
ePub File Size:7.18 Mb
ISBN:839-3-27786-382-8
Downloads:16694
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:JoJokus



This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form.

Report DMCA. Home current Explore. Words: 18, Pages: Preview Full text. Latar Belakang Di Indonesia sejak tahun terjadi gejolak krisis multidimensi yang telah berdampak banyak terhadap segi kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk krisis ekonomi yang mengakibatkan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan sandang dan pangan sangat rendah. Hal ini memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap tingginya angka kejadian penyakit diantaranya adalah tuberkulosis TB.

Apabila penyakit ini tidak diobati sampai tuntas akan menimbulkan berbagai komplikasi, salah satu komplikasi dari infeksi TB ini yang paling berbahaya apabila menyerang pada susunan saraf pusat atau yang biasa disebut meningitis tuberkulosis. Meningitis tuberkulosis adalah peradangan pada selaput meningen, cairan serebro spinal, dan spinal kolumna yang menyebabkan proses peradangan pada sistem saraf pusat Suriadi, : 89 merupakan salah satu manifestasi dari penyakit TB yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis yang menyerang sistem saraf pusat.

Meningitis pun harus diwaspadai insidensinya seiring dengan meningkatnya angka penderita tuberkulosis. Hasan Sadikin Bandung dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini. Hasan Sadikin Bandung Menurut tabel diatas penyakit meningitis berada pada urutan ke 3 setelah stroke dan SOL space occupying lession. Selain itu penyakit meningitis dapat menimbulkan gangguan yang kompleks terhadap sistem tubuh yang lain, misalnya pada sistem pernafasan, 3 kardivaskuler, pencernaan, perkemihan dan muskuloskeletal, yang dapat pula menimbulkan komplikasi akut dan resiko kematian.

Disamping dampak terhadap sistem tubuh meningitis pun dapat merubah pola hidup seseorang karena tidak jarang kasus meningitis meninggalkan gejala sisa berupa kecacatan seperti : ketulian, gangguan penglihatan, dan kelumpuhan. Tujuan Umum Memperoleh pengalaman secara nyata dan mampu melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung dan komprehensif meliputi aspek bio-psikososio-spiritual pada klien dengan gangguan sistem persarafan : meningitis tuberkulosis melalui pendekatan proses keperawatan.

Tujuan Khusus Secara khusus penyusunan karya tulis ilmiah ini bertujuan agar penulis dapat : a. Melakukan pengkajian pada klien dengan gangguan sistem persarafan akibat meningitis tuberkulosis. Membuat perencanaan pada klien dengan gangguan sistem persarafan akibat meningitis tuberkulosis. Melaksanakan tindakan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem persarafan akibat meningitis tuberkulosis. Menilai keberhasilan atau evaluasi dari hasil asuhan keperawatan yang telah diberikan.

Mendokumentasikan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem persarafan : meningitis tuberkulosis. Metode Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah metode deskriptif analitik dalam bentuk studi kasus melalui pendekatan proses keperawatan.

Tehnik Pengumpulan Data Sedangkan tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah : 5 a. Menggunakan komunikasi lisan meliputi auto anamnesa yang didapat langsung dari klien atau allo anamnesa yang didapat dari keluarga klien. Dilakukan dengan melihat kondisi klien secara fisik, mengamati klien baik dari sikap secara psikologis.

Pemeriksaan Fisik. Studi Dokumentasi. Dengan melihat hasil laboratorium dan terapi, serta melihat catatan perkembangan kesehatan klien selama dirawat di rumah sakit yang terlampir dalam status klien. Studi Kepustakaan. Dengan melihat konsep dan teori yang berhubungan dengan asuhan keperawatan klien dengan meningitis tuberkulosis. Hasan Sadikin Bandung, meliputi pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Selain itu juga berisi tentang pembahasan masalah dan kesenjangan BAB IV yang dihadapi selama melakukan asuhan keperawatan serta alternatif pemecahan masalah. Konsep Dasar Penyakit 1.

Pengertian a. Meningitis Tuberkulosis Meningitis tuberkulosis adalah infeksi pada meningen yang disebabkan oleh basil tahan asam Mycobacterium tuberculosis Gilroy, Suriadi 89 mengatakan meningitis tuberkulosis adalah peradangan pada selaput meningen, cairan serebrospinal dan spinal kolumna yang menyebabkan proses infeksi pada sistem saraf pusat. Menurut Arief Mansyur, dkk : 11 meningitis tuberkulosis adalah penyebaran tuberkulosis primer dengan fokus infeksi ditempat lain.

Sedangkan pengertian meningitis tuberkulosis menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Perdossi, : adalah komplikasi infeksi primer dengan atau tanpa penyebaran milier. Dari keempat pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa meningitis tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang mengenai selaput otak, parenkim otak dan pembuluh darah otak, disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan merupakan infeksi sekunder sebagai 8 akibat penyebaran infeksi tuberkulosis ditempat lain umumnya paruparu.

Tuberkulosis TB TB adalah penyakit infeksi menular dan menahun yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis, kuman tersebut biasanya masuk kedalam tubuh manusia melalui udara pernafasan kedalam paru-paru, kemudian kuman tersebut menyebar dari paru-paru ke organ tubuh yang lain melalui penyebaran darah, kelenjar limfe, saluran pernafasan, penyebaran langsung ke organ tubuh lain Sylvia Anderson : 2.

Anatomi Fisiologi a. Cairan serebospinalis ditemukan pada sistem ventrikel dan rongga sub arakhnoid. Ketiga lapisan meningen terdiri dari : 1 Duramater atau Dura pakimenings Duramater merupakan lapisan terluar meningen, berupa membran yang padat, kuat dan tidak lentur.

Berlapis dua sekitar otak dan berlapis satu sekitar medulla spinalis. Lapisan luar bertindak sebagai periosteum dan terikat kuat pada tulang. Lapisan 9 dalam terdapat dalam rongga subdural. Lapisan dalam duramater terpisah dari lapisan luar tempat terbentuknya sinus dura. Seperti halnya dengan duramater, menyebrangi sulki dan hanya menuju kedalam fisurafisura utama saja. Dari membran arakhnoid banyak trabekula halus menjurus kearah pia sehingga memberi gambaran sebagai sarang laba-laba.

Lapisan luar arakhnoid terdiri dari sel yang menyerupai endotel disebut sebagai meningotelial atau sel arakhnoid. Inti selsel tersebut tersusun dalam lapisan tunggal, ganda atau multipel menghadap kearah rongga sub dural. Lapisan dalam arakhnoid dan trabekula ditutup oleh sel mesotelial yang dapat memberikan respon terhadap berbagai rangsangan dan dapat membentuk fagosit. Granulasi arakhnoid adalah proyeksi pia-arakhnoid yang masuk kedalam sinus sagitalis superior.

Granulasi ini disebut juga badan pacchioni, masing-masing terdiri dari sejumlah villi arakhnoid yang berfungsi sebagai katup satu arah yang melewatkan bahan-bahan dari cairan serebrospinal masuk kedalam sinus-sinus. Piamater nampaknya berperan sebagai barrier atau penghalang masuknya benda-benda dan organisme yang dapat merusak.

Gambar 1. Anatomi meningen otak Sumber : Van de Graff, Kent. Rongga Sub Arakhnoid Rongga sub arakhnoid merupakan rongga leptomeningeal yang terisi cairan serebrospinal.

Semua pembuluh darah, saraf otak serta medulla spinalis melewati cairan tersebut, sehingga bilamana terjadi infeksi pada rongga ini, maka pembuluh darah dan saraf dapat terkena proses peradangan. Arteritis dan flebitis dapat menyebabkan iskemi atau nekrosis jaringan otak. Sisterna Rongga Sub Araknoid Rongga sub arakhnoid yang mengelilingi otak dan medulla spinalis memiliki variasi-variasi setempat.

Pada dasar otak dan sekitar batang otak, pia dan arakhnoid memisah dan membentuk beberapa rongga besar yang disebut sisterna sub araknoid. Foramina ventrikel IV membuka kedalam sisterna ini. Sistem Ventrikel Sistem ventrikel merupakan suatu seri rongga-rongga di dalam otak yang saling berhubungan, dilapisi ependima dan berisi cairan serebrospinal yang dihasilkan dari darah oleh pleksus khoroid.

Rongga-rongga dalam sistem ini terdiri dari sepasang venterikel lateralis kiri dan kanan , ventrikel III dan ventrikel IV. Kedua rongga ini dihubungkan oleh aquaduktus silvii. Kedua ventrikel lateralis berada di dalam hemisfer serebri dan masing-masing dihubungkan dengan ventrikel III melalui foramen interventrikularis dari monro. Ventrikel IV berhubungan dengan rongga sub arakhnoid melalui kedua foramina dari luscka dan foramina magendi. Kedua foramen dari luscka terletak dalam sudut pons dan medulla.

Foramen magendi terletak sebelah belakang medulla dan menghadap sisterna magna. Setiap ventrikel mempunyai pleksus khoroid, yang paling besar adalah pleksus khoroid ventrikel lateralis. Pleksus Khoroid dan Cairan Serebrospinal 1 Pleksus khoroid Pleksus khoroid merupakan anyaman kaya dari pembuluh- pembuluh darah piamater yang menjorok kesetiap rongga ventrikel, membentuk filter semi permeabel antara darah arteri dan cairan serebrospinal.

Setiap pleksus khoroid diliputi oleh satu lapisan epitel ependima. Tela khoroidea dari ventrikel lateralis adalah suatu membran tipis seperti jaring laba-laba yang melalui foramen interventrikularis, berhubungan langsung dengan pleksus khoroid ventrikel III. Tela ini dibentuk oleh invaginasi ependima oleh lipatan-lipatan vaskular. Cairan serebrospinal dibentuk di ventrikel-ventrikel dan beredar didalam rongga sub arakhnoid. Fungsi cairan serebrospinal adalah menunjang dan membantali susunan saraf pusat terhadap trauma.

Peredaran Darah Otak 1 Peredaran darah arterial Suplai peredaran darah arterial kestruktur-strukur intra kranial pada dasarnya berasal dari cabang-cabang kedua arteri karotis interna dan kedua arteri vertebralis. Pembuluh darah ini naik menuju basis kranii, membelah sebagai suatu pembuluh bentuk sigmoid di dalam sinus kavernosus. Arteri karotis interna hanya memberi cabang di rongga tengkorak, terdiri dari : 1 Arteri optalmika Arteri ini mempunyai cabang penting yaitu arteri sentralis retinae yang berjalan ditengah-tengah nervus optikus dan berakhir diretina.

Pembuluh darah ini juga memberi cabang-cabang ke pedunkulus serebri, kapsula interna, nukleus kaudatus, hipokampus dan traktus optikus. Arteri serebri anterior memberi suplai darah pada lobus frontalis. Didalam fisura longitudinalis serebri 15 dapat ditemukan arteri komunikans anterior. Cabangcabang arteri serebri anterior berjalan menuju sisi medial lobus frontalis dan parietalis, substansia perforata anterior, septum pellusidum dan sebagian dari korpus kalosum.

Arteri striata medialis memberi darah pada nukleus kaudatus, putamen dan bagian anterior kapsula interna. Arteri serebri media memberi cabang-cabang kesisi lateral lobus temporal dan parietal.

Arteri striata lateralis memperdarahi ganglia basalis dan kapsula interna. Arteri komunikans posterior bersatu dengan ramus serebri posterior arteri basilaris.

Dalam perjalanannya memberi cabang ke kapsula interna dan talamus b Arteri vertebralis Arteri vertebralis adalah cabang-cabang dari arteri sub klavia. Cabang-cabangnya adalah arteri spinalis anterior dan posterior serta arteriae serebelaris inferior posterior. Arteri basilaris dibentuk oleh kedua gabungan arteri vetrebralis, berjalan pada aspek ventral pons. Cabangcabangnya meliputi arteriae pontin, sereberalis inferior anterior, labirintin, serebralis superior dan sereberalis posterior.

Arteri terakhir memperdarahi sisi medial dan inferior lobus oksipitalis dan temporalis serta cabang-cabang khoroidal 16 posterior ke pleksus khoroid ventrikel III dan ventrikel lateralis. Fungsi sirkulus willisi memungkinkan suplai darah yang adekuat ke otak bilamana timbul oklusi arteri karotis atau vertebralis.

Terdiri dari vena serebral internal dan eksternal. Tempat berakhirnya vena-vena otak ini di sinus-sinus duramater. Etiologi Penyakit meningitis tuberkulosis disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis humanus, sedangkan menurut peneliti yang lain dalam literatur yang berbeda meningitis Tuberkulosis disebabkan oleh dua micobacterium yaitu Mycobacterium tubeculosis dan Mycobacterium 17 bovis yang biasanya menyebabkan infeksi pada sapi dan jarang pada manusia.

Mycobacterium tuberculosis bersifat obligat aerob, hal ini menerangkan predileksinya pada jaringan yang oksigenasinya tinggi seperti apeks paru, ginjal dan otak.

HANS HOISCHEN PDF

LP Ruptur Tendon

Tendon adalah jaringan fibrosa yang melekat otot ke tulang dalam tubuh manusia. Pasukan diterapkan pada tendon mungkin lebih dari 5 kali berat badan Anda. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, tendon dapat snap atau pecah. Kondisi yang membuat pecah lebih mungkin termasuk suntikan steroid ke dalam tendon, penyakit tertentu seperti gout atau hiperparatiroidisme , dan memiliki golongan darah O. Meskipun terbilang jarang, sebuah pecah tendon bisa menjadi masalah serius dan dapat mengakibatkan mengerikan sakit dan cacat permanen jika tidak diobati.

GHOULS OF THE MISKATONIC PDF

Referat Ruptur Lien Fix

Tendon adalah jaringan fibrosa yang melekat otot ke tulang dalam tubuh manusia. Pasukan diterapkan pada tendon mungkin lebih dari 5 kali berat badan Anda. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, tendon dapat snap atau pecah. Kondisi yang membuat pecah lebih mungkin termasuk suntikan steroid ke dalam tendon, penyakit tertentu seperti gout atau hiperparatiroidisme , dan memiliki golongan darah O. Meskipun terbilang jarang, sebuah pecah tendon bisa menjadi masalah serius dan dapat mengakibatkan mengerikan sakit dan cacat permanen jika tidak diobati. Setiap jenis pecah tendon memiliki tanda-tanda dan gejala sendiri dan bisa diobati baik operasi atau medis tergantung pada beratnya pecah dan kepercayaan dari ahli bedah. Etiologi ruptur tendo?

Related Articles